Tentang Kurban

Ketika Allah memerintahkan kepada umat untuk berkurban, bukan semata-mata hanya perkara ibadah, namun juga tentang upaya untuk membangkitkan ekonomi umat. Sebab, pada saat umat merayakan Hari Raya Idul Adha, terdapat potensi perputaran ekonomi dengan nilai yang besar. Dari aktivitas menjelang, pada saat Idul Kurban hingga sesudahnya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pada peternakan di desa-desa.

Indonesia adalah negara dengan luas daratan berjuta kilometer persegi dengan kondisi alam yang kaya, menjadi “surga” bagi kehidupan hewan ternak. Dan hingga saat ini, usaha peternakan yang ada di Indonesia tetap didominasi oleh peternakan rakyat, namun dengan kapasitas produksi yg masih rendah jika dibandingkan dengan tingginya kebutuhan konsumsi masyarakat. Kapasitas produksi yang rendah ini diperparah dengan pemakaian metode beternak yang masih tradisional.

Meski menjadi tulang punggung peternakan Indonesia, namun nasib peternak tradisional di negeri sendiri ternyata tidak juga cemerlang. Mereka kekurangan modal, kurang mampu membeli indukan yang berkualitas, sulit memperoleh pakan bermutu yang berbiaya serta kesulitan dalam mencegah dan mengatasi wabah penyakit.

Peternak di desa, biasanya hanya menjadi buruh penggembala kambing tanpa dapat merasakan daging maupun keuntungan besar dari penjualan hewan ternaknya. Melalui program ini peningkatan kesehatan masyarakat desa, perputaran ekonomi di desa akan memberdayakan masyarakatnya.

Pada Hari Raya Idul Adha tahun ini, BAZNAS mengajak masyarakat untuk melaksanakan “Kurban Berdayakan Desa”, yakni aktivitas kurban yang memindahkan perputaran ekonomi dan manfaatnya dari kota kepada masyarakat desa. Dengan membeli, menyembelih dan mendistribusikan daging kurban di desa, dapat menjadi sumber devisa bagi masyarakat khususnya di pedesaan melalui pemberdayaan peternak desa. Perputaran roda ekonomi di pedesaan akan mampu membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat yang lebih baik. Peningkatan gizi dan ekonomi akan sangat dirasakan oleh para penerima manfaat di desa.


Manfaat Program

1. Memberdayakan peternak kecil di desa mulai dari pembenihan hingga penjualan hewan kurban.
2. Mendorong tata niaga ternak di desa.
3. Meningkatkan gizi penerima manfaat yang jarang atau tidak pernah makan daging.
4. Meningkatkan industri turunan dari peternakan (kulit, benih, pakan ternak, dll).
5. Meningkatkan perekonomian desa melalui distribusi uang dari kota ke desa.
6. Gotong royong masyarakat desa dalam pendistribusian daging hewan kurban.

BAZNAS menyerap hewan kurban yang telah dipersiapkan oleh peternak kecil di desa-desa dengan harga yang terbaik. Sehingga meningkatkan perekonomian para peternak kecil di desa. Kurban Anda akan dibeli, dipotong, dan didistribusikan ke 108 desa di 20 provinsi di Indonesia. Berkurban dari, oleh, dan untuk desa.


Target penerima manfaat kurban:

1. Daerah miskin dan tertinggal
2. Daerah pedalaman
3. Belum pernah atau jarang mengkonsumsi daging
4. Daerah program pemberdayaan peternakan BAZNAS
5. Komunitas adat terpencil
6. Mualaf


Nutrisi dan Kurban     Edit

Lima belas abad silam, Islam telah menyiratkan kebutuhan manusia akan karbohidrat, lemak, dan protein sebagai nutrisi dasar bagi kesehatan. Kebutuhan karbohidrat diungkapkan lewat zakat fitrah, sedangkan kebutuhan lemak dan protein diterangkan lewat berkurban.
Lemak dan protein banyak terdapat dalam daging. Seorang fakir miskin yang kesehariannya tidak mengkonsumsi daging, tentu kesehatan dan pertumbuhannya tidak sempurna. Hal ini disebabkan salah satu nutrisi pokoknya, yaitu lemak, tidak terpenuhi. Bahkan, beberapa vitamin yang dikonsumsi, tidak dapat dimanfaatkan karena ketiadaan lemak di tubuhnya.

Kurban adalah penyembelihan hewan ternak, yakni unta, sapi/kerbau, dan kambing), pada hari Idul Adha dan tiga hari Tasyriq (tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah) dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pengertian ini setidaknya mengandung tiga hal. Pertama, tidak semua hewan dapat disembelih untuk ibadah kurban. Hewan yang sah hanyalah unta, sapi/kerbau, dan kambing.

Para ulama menerangkan, seekor kambing menjadi kurban bagi satu orang. Rasulullah SAW bersabda, ''Alangkah baiknya menjadikan seekor kambing sebagai sembelihan kurban.'' (HR. Ahmad).

Sementara unta dan sapi/kerbau menjadi kurban bagi tujuh orang. ''Pada tahun terjadinya perjanjian Hudaibiyah, kami menyembelih seekor unta bagi tujuh orang, dan seekor sapi (juga) untuk tujuh orang.'' (HR. Muslim). Kedua, waktu penyembelihan dilaksanakan usai shalat Idul Adha hingga terbenamnya matahari di hari Tasyrik terakhir (tanggal 13 Dzulhijjah).

Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, ''Sesungguhnya kegiatan pertama yang kita lakukan pada hari ini (10 Dzulhijjah) adalah shalat (shalat Idul Adha). Setelah itu kita pulang dan menyembelih kurban. Siapa yang berbuat seperti ini, maka ia telah menepati sunnah kita, dan siapa saja yang menyembelih sebelumnya (sebelum shalat Id), maka sembelihannya itu hanyalah daging yang diperuntukkan bagi keluarganya, sedang ia tidak bernilai ibadah sama sekali.'' (HR. Muttafaq alaih).

Ketiga, orientasi penyembelihan hewan kurban ditujukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Penyembelihan yang dilakukan karena riya' atau ingin mendapat pujian, walau secara lahiriyah ia telah menyembelih, tetapi pada hakikatnya ia tidak melakukannya.

Meski daging kurban sampai kepada fakir miskin dan darahnya telah tumpah ke tanah, tak ada manfaat sedikit pun yang diterima Allah SWT, kecuali ketakwaan dan keikhlasan dari orang yang melaksanakannya. Inilah substansi makna kurban yang sebenarnya.

Order mudah! via WhatsApp.

Instant Checkout dengan Contact Form WhatsApp.

Online 1x24 Jam!

Apapun pesananmu, CS (Customer Service) kami akan dengan senang hati untuk melayani.. :)

Kualitas Terbaik!

Kami memastikan, produk yang kami kirim sesuai dengan Ekspektasi pembeli.
1 Butuh bantuan?

×



×

Nutrisi dan Kurban


*Sub-Total :
*%20

* Belum termasuk Ongkos kirim



Kirim